KOTA-Desa Karanganyar dan Desa Pinggir
Papas, Kecamatan Kalianget, dinilai sudah mengalami
pencemaran lingkungan parah. Dua desa yang berdekatan dengan lahan
pegaraman PT Garam itu dipenuhi sampah. Akibatnya, sungai-sungai kecil
di dua desa tersebut menjadi dangkal dan tersumbat, serta menebar bau
tak sedap. Kondisi itu mengundang keprihatinan sekelompok kecil
mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumenep (KMS).
Para mahasiswa mendatangi Kantor Bupati
Sumenep untuk beraudiensi dengan Bupati Sumenep A. Busyro Karim. Karena
bupati sedang tidak di kantor, mereka ditemui Plt Sekretaris Kabupaten
(Sekkab) Hadi Soetarto. ”Selain sampah, kami juga menyampaikan bahwa
hampir semua rumah di Desa Karanganyar dan Desa Pinggir Papas
tidak memiliki jamban atau WC. Hal itu membuat lingkungan sekitar makin
tercemar,” kata Imam Arifi n, anggota KMS. Sejumlah kepala bagian dan kepala
dinas di Pemkab Sumenep turut menemani Atok -panggilan Hadi Soetarto-
melakukan pertemuan dengan mahasiswa. Di antaranya Kabag Humas Abd.
Kahir, Kepala Dinas PU Pengairan Edy Rasiyadi, Kepala Dinas PU Bina
Marga Muhammad Syahrial, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Hari
Patriadi. Juga, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Moh. Zein
Saleh dan terakhir Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP)
Febrianto.
sumber : maduraterkini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar